Variasi Kue Lumpur Berbahan Dry Potato

Home / Gaya Hidup / Variasi Kue Lumpur Berbahan Dry Potato
Variasi Kue Lumpur Berbahan Dry Potato Variasi kue lumpur buatan Nunung menggunakan bahan dasar kentang kering sehingga lebih tahan lama.(FOTO: Lely Yuana/ TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, SURABAYA – Kue lumpur nan lezat susah untuk ditolak. Rasa empuk berpadu gurih memberi sensasi tersendiri di lidah. Sebagai jajanan tradisional, kue lumpur banyak diminati semua kalangan. 

Melihat peluang tersebut, Nunung, wanita cantik dari Sidoarjo membuat variasi kue lumpur beraneka macam topping dan rasa. Mulai dari Cheesy Green Tea dengan sensasi teh hijau dan keju, Rich Choco yang penuh selai dan coklat Cadburry batangan, dan original taste bertabur kismis legit. 

Nunung menamakan produknya "Poteto", karena berbahan dasar dry potato (kentang kering). Jika selama ini kue lumpur menggunakan umbi kentang segar, Nunung menggantinya dengan dry potato sehingga lebih tahan lama, karena sudah dalam bentuk serbuk dan tinggal menambah air.

Kue-Lumpur-2.jpg

Dry potato juga dinilai lebih praktis, namun secara tekstur maupun rasa tidak ada perbedaan sama sekali dengan umbi kentang yang segar. 

“Saya kembangkan kue tradisional berbasis kue lumpur dengan daya tahan lebih lama, hingga 4-5 hari dalam suhu ruangan. Kalau di dalam kulkas sudah pasti lebih awet," ulas wanita bernama lengkap Nur Saadah ini.

Secara tekstur dan rasa hampir tidak ada perbedaan. Kue lumpur buatan Nunung bahkan lolos dalam sebuah kompetisi yang diadakan oleh Indonesia Pastry Alliance (IPA) dan menduduki peringkat 3 besar.

Sebagai pelaku di bidang kuliner, Nunung mengaku tidak terlalu kesulitan dalam menemukan ide membuat kue lumpur Poteto. Saat ini kue lumpur buatan Nunung dijual online melalui sosial media (sosmed) seperti Instragram. Sementara untuk saat ini, dalam sehari Nunung mampu menjual 50 pc kue lumpur melalui order.

Kue-Lumpur-3.jpg

Memang, kecintaan memasak ibu dari dua orang putri ini sudah tertanam sejak muda hingga konsisten menekuni bisnis kuliner. Berkreasi dalam memasak pun menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Ia membranding jualannya sebagai home made kitchen, dengan menyiapkan makanan sesaat sebelum diantarkan kepada customer. 

“Saya sajikan semua masakan fresh from the oven dan saya yakin terjun di bisnis ini karena bagi saya selagi orang butuh makan, bisnis kuliner itu tidak akan mati,” pungkas penulis beberapa resep masakan tersebut.(*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com