Langkah Polres Malang Diapresiasi Staf Kepresidenan

Home / Berita / Langkah Polres Malang Diapresiasi Staf Kepresidenan
Langkah Polres Malang Diapresiasi Staf Kepresidenan Kepala Deputi Advokasi Unit Kerja Presiden Bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Prof Haryono ketika mendatangi Mapolres Malang untuk melihat penanganan kasus dugaan pelecehan Pancasila. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, MALANG – Kepala Deputi Advokasi Unit Kerja Presiden Bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Prof Haryono memberi apresiasi pada Polres Malang dalam menangani kasus pelecehan Pancasila.

Seorang gadis,  VAM (14), penduduk desa Tegalsari,  Kecamatan Kepanjen terpaksa harus berurusan dengan Polres Malang.

Pada akun Facebooknya yang bernama Khenyott Dhellown, gadis ini memelesetkan butir-butir Pancasila. Begini ia memelesetkannya "Hei rek Pancasila ono sing anyar saiki : 1. Kenalan Disek; 2. Pacaran; 3. Sex; 4. Meteng (hamil); dan 5. Mbayi. Artinya, 'Hai teman, Pancasila sekarang ada yang baru: 1. Kenalan dulu 2. Pacaran 3. Seks 4. Hamil 5. Melahirkan.

Kasus-Pelecehan-Pancasila-2.jpg

Akunnya itu kemudian terdeteksi oleh pihak kepolisian. VAM pun akhirnya dipanggil polisi dan diperiksa tentang motifnya menulis seperti itu.

Dalam pemeriksaan pihak kepolisian tidak menemukan unsur pengaruh ideologi lain selain ideologi Pancasila. Karena itu Polres Malang mengembalikannya kepada neneknya.

VAM sendiri berasal dari keluarga dengan tidak mampu.  Ibunya sudah meninggal dunia dan ayahnya bekerja di luar kota. Ia juga sudah putus sekolah

Kepala Deputi Advokasi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Prof Haryono mendatangi Mapolres Malang terkait kasus pelecehan Pancasila yang ditangani polres tersebut, Jumat (26/1/2018).

"Dan saya sangat mengapreasiasi cara Polres Malang menangani kasus ini dengan tidak represif tapi mengambil langkah pembinaan," ujarnya usai bertemu Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com