Santri Jombang Antusias Jajaki Pasar Ekspor Lele

Home / Ekonomi / Santri Jombang Antusias Jajaki Pasar Ekspor Lele
Santri Jombang Antusias Jajaki Pasar Ekspor Lele Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto saat menghadiri Kuliah Umum "Mengembangkan Spirit Kewirausahaan di Kalangan Santri" di Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak, Jombang, Jumat (5/1/2018). (FOTO: Istimewa)

TIMESSURABAYA, JOMBANG – Budidaya ikan lele semakin diminati kalangan santri di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hal itu tidak terlepas dari intervensi bantuan kolam budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun lalu.

"Di sistem bioflok ini, kebutuhan pakan bisa ditekan hingga 50 persen. Di Tulungagung, untuk menghasilkan satu kilogram lele, dibutuhkan pakan sejumlah 1,6 kilogram. Tapi dengan sistem bioflok, kebutuhan pakan bisa ditekan hingga 0,8 kilogram," ungkap Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto saat menghadiri Kuliah Umum "Mengembangkan Spirit Kewirausahaan di Kalangan Santri" di Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak, Jombang, Jumat (5/1/2018).

Penghematan itu, lanjut Rifky, diperoleh karena lelenya diberi pakan flok yang dihasilkan dari probiotik. "Inilah yang membuat lele sistem bioflok menjadi higienis," imbuhnya.

Budidaya-lele.jpg

Alumnus ITS Surabaya ini menceritakan, saat mendampingi kunjungan Presiden Jokowi ke Sumenep, awal Oktober lalu, rombongan presiden sempat disuguhi sashimi dari lele. "(Sashimi lele) itu hanya bisa didapatkan dari hasil produksi kolam sistem bioflok. Rasanya juga enak, ada kenyal-kenyalnya seperti campuran antara salmon dan cumi," lanjutnya.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com