Kesuksesan Swasembada Kedelai Butuh Peran Serta Perguruan Tinggi

Home / Ekonomi / Kesuksesan Swasembada Kedelai Butuh Peran Serta Perguruan Tinggi
Kesuksesan Swasembada Kedelai Butuh Peran Serta Perguruan Tinggi Ketua Pelaksana, Suhirmanto saat rapat koordinasi evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan pengawalan dan pendampingan program APBN P dalam rangka swasembada kedelai. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, MANGGARAI TIMUR – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia bisa swasembada kedelai 2018. 

Ketua Pelaksana, Suhirmanto, mengatakan program ini  merupakan bagian dari program upaya khusus (Upsus) swasembada padi, jagung dan Kedelai (pajale). Program ini akan  akan menggunakan lahan bekas pertambangan, perkebunan tanaman belum menghasilkan, lahan kering, lahan bera, lahan tidur, lahan pasang surut dan lahan bekas perluasan area tanam baru jagung.

"Sudah seharusnya kita sebagai perguruan tinggi menyukseskan program Kementan ini, yang salah satunya Swasembada Kedelai 2018," ungkapnya, dalam rapat koordinasi evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan  pengawalan dan pendampingan program APBN P dalam rangka swasembada kedelai, di Hotel Jayakarta, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (16/12/2017).

Ia mengatakan perguruan tinggi sebagai elemen pertanian, juga harus mampu memaksimalkan potensinya dalam menyukseskan program ini.

Selama tiga tahun sejak 2014,  upsus telah dimaksimalkan dan memiliki tanggapan berbeda di setiap perguruan tinggi. Melalui ini, diharapkannya mampu memberikan masukan, untuk pendampingan program selanjutnya.

Ia juga mengingatkan tugas perguruan tinggi bukan hanya pendampingan, tapi juga memberikan inovasi baru dalam percepatan pertanian.

"Setiap perguruan tinggi tentu memiliki riset yang berbeda ini harus dimaksimalkan dan mampu diterapkan oleh petani," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau perguruan tinggi untuk mempublikasikan riset-riset agar bisa diketahui masyarakat. Publikasi riset ini juga penting sebagai upaya untuk 

"Riset juga harus dipublikasikan agar diketahui masyarakat, lebih bagus jika diviralkan jadi mudah diterapkan," tambahnya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com