Mahasiswa Unitomo Ciptakan Energi Terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Air Garam

Home / Pendidikan / Mahasiswa Unitomo Ciptakan Energi Terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Air Garam
Mahasiswa Unitomo Ciptakan Energi Terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Air Garam Rektor Bachrul Amiq melihat inovasi PLTAG yang dibuat oleh mahasiswa tim KKN Unitomo di Desa Kalang Anyar, Sedati, Sidoarjo, Kamis (1/8/2019). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, SURABAYA – Mahasiswa Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Tahun 2019 sukses membuat sebuah inovasi energi terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Air Garam (PLTAG) bagi warga Desa Kalang Anyar, Sedati, Sidoarjo, Kamis (1/8/2019).

Desa tersebut merupakan sebuah perkampungan tambak sebagai penghasil garam terbesar. Banyaknya tambak tanpa penerangan menginspirasi Tim KKN Unitomo Divisi Energi Terbarukan membuat sebuah produk inovasi PLTAG memanfaatkan potensi air garam sebagai sumber listrik.

Unitomo-2.jpg

“Desa Kalang Anyar terdapat tambak garam terbesar di antara desa lain. Area sepanjang tambak masih gelap dari situ kita temukan titik permasalahan dan menghadirkan solusi namun tetap ekonomis dan ramah lingkungan,” terang Ari Anggoro, Koordinator Divisi Energi Terbarukan. 

Uji coba PLTAG menggunakan air garam untuk menyalakan lampu 5 watt yang dihubungkan melalui rangkaian joule thief yaitu rangkaian perubah voltase atau tegangan dari kecil menjadi besar.

Garam sendiri telah memiliki tekanan listrik namun belum terdefinisi plus minus (terurai). Baterai digunakan untuk menentukan plus minus dan travo memperbesar daya. 

“Tembaga dililitkan dilapisi kertas dan aluminium foil dan dimasukkan larutan air garam dan dites sampai 0,9 sebagai proses pembuatan rangkaian joule thief untuk mengubah energi yang kecil menjadi energi besar,” terangnya.

Tim KKN Unitomo Desa Kalang Anyar yang terdiri dari tiga belas orang berbagai fakultas tersebut saling bersinergi mewujudkan inovasi ini. Karena selain ramah lingkungan, biaya pembuatannya pun cukup ekonomis hanya sekitar Rp 215.000 terdiri dari rangkaian dan tiang.

“Kita berharap supaya di desa yang lain bisa menggunakan PLTAG karena murah hanya sekitar Rp 215.000,” ungkap Mohammad Idris Nur Cahyono dan Cahya Eko, Koordinator Lapangan serta Wakil Ketua KKN Desa Kalang Anyar.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unitomo Bachrul Amiq memuji temuan mahasiswa tersebut saat meninjau lokasi KKN. Doktoral Bidang Hukum itu bahkan menyatakan jika PLTAG lebih ramah lingkungan daripada panel surya.

“Good job, nanti kita buat prototype yang lebih bagus saya kira bisa jadi energi alternatif terutama daerah yang tidak terjangkau oleh listrik, saya kira ini teknologi ini lebih maju dan ramah lingkungan daripada panel surya yang dulu pernah dibuat juga oleh mahasiswa,” jelas Rektor.

Litafira Syahadiyanti, Dosen teknik informatika dan Windi Setiawan, Dosen Matematika, selaku dosen pembimbing turut menambahkan jika PLTAG dapat mengatasi permasalahan yang ada dan meningkatkan potensi sesuai dengan sumber daya alam yang ada di kawasan ini.

“Riset dan survei untuk energi terbarukan ini, sudah kita lakukan dan komunikasi dengan warga. Semoga air garam bisa bermanfaat dan kemudahan bagi masyarakat terutama penambak di Kalang Anyar,” tutup alumni Unitomo tersebut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com