Sosok H Mansur, Pahlawan Milenialnya SMPN 1 Karanggeneng Lamongan

Home / Pendidikan / Sosok H Mansur, Pahlawan Milenialnya SMPN 1 Karanggeneng Lamongan
Sosok H Mansur, Pahlawan Milenialnya SMPN 1 Karanggeneng Lamongan Guru Mansur menerima kado kenang-kenangan dari DR. R. Chusnu Yuli Setyo, Kepala SMPN 1 Karanggeneng, Sabtu, (10/11/2018). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, LAMONGAN – Momentum Hari Pahlawan Nasional, 10 November, menjadi tanggal sakral untuk mengenang, merefleksikan, memaknai, dan menghidupkan semangat kepahlawanan para pejuang Kemerdekaan. Sosok guru H Mansur, menjadi pahlawan milenialnya SMPN 1 Karanggeneng Lamongan

Seiring dengan perkembangan zaman, dalam bingkai dan konteks kekinian, memperingati dan memaknai Hari Pahlawan Nasional, di era milenial, senyatanya guru merupakan sosok pahlawan yang tidak akan pernah lekang dan lapuk oleh perubahan jaman.

SMPN-1-Karanggeneng-Lamongan-2.jpg

Kehadiran sosok guru, tidak akan pernah bisa tergantikan oleh kecanggihan teknologi secanggih apa pun. Bila karakter yang disematkan pada sosok pahlawan adalah semangat melawan penjajah, maka yang dilawan oleh guru adalah kemalasan dan kebodohan.

Guru tak bosan dan tak hentinya berjuang keras untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru dengan tulus, dan ikhlas menaburkan benih ilmu dan pengetahuan melalui proses pengajaran dan pendidikan.

Keteladanan, ketulusan, dan keiklasan guru, di era milenial, tergambar dalam besarnya cinta dan tanggung jawab Pak Mansyur selama menjadi seorang guru.

"Pak Haji Mansur ini adalah legenda hidup, the living legend of SMPN 1 Karanggeneng. Orang nomor 1 tingkat pengabdian dan keteladannya,” kata DR R Chusnu Yuli Setyo, Kepala SMPN 1 Karanggeneng, Sabtu, (10/11/2018).

Sosok penuh dedikasi yang mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 Karanggeneng ini, tercatat hanya 3 kali izin tidak memberikan pengajaran di tengah-tengah muridnya, selama puluhan tahun masa pengabdiannya.

“Drs H Mansur, selama 31 tahun mengabdi, hanya izin sakit 3 hari. Beliau tidak pernah sakit, tidak pernah meninggalkan tugas-tugas,” ujar Chusnu.

Kini H Mansur telah menyudahi pengabdiannya sejak sekolah di pinggir Bengawan Solo ini berdiri pada tahun 1984. “Setiap murid merindukannya. Seluruh murid menangisi pelepasannya,” ucapnya.

Tidak hanya terkenal memiliki disiplin dan tanggung jawab yang tinggi, selama masa pengabdiannya Mansur juga sukses membawa SMPN 1 Karanggeneng meraih sejumlah prestasi.

"SMPN 1 Karanggeneng ini sekolah yang sangat potensial. Pernah sampai juara nasional, musholanya pernah terbaik tingkat Jawa Timur," kata Mansur, mengenang saat dirinya mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Sekolah.

Bahkan dalam dua tahun terakhir, kata Mansur, SMPN 1 Karanggeneng menjadi sekolah Model dengan praktik terbaik tingkat Jawa Timur, meraih juara 2 cerdas cermat dan siswanya paling aktif dalam Jambore Pandu Sekolah model se-Jawa Timur.

"Itu artinya sekolah ini punya potensi untuk berprestasi. Belum lagi prestasi di tingkat Kabupaten Lamongan yang banyak sekali," ujarnya.

Setelah masa pengabdiannya habis, Mansur hanya berpesan kepada guru-guru yang masih aktif untuk selalu bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, terlebih bagi yang sudah berstatus pegawai negeri.

"Guru yang dapat sertifikasi harus berterima kasih,  bersyukur, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab,” tutur Mansur.

Ia pun mengibaratkan, lahan pertanian seluas 1,5 hektar, yang dikerjakan tanpa mengenal panas dan hujan hasilnya masih kalah banyak dengan tunjangan profesional pendidik (TPP).

“Maka bekerjalah dengan ikhlas dan dengan senang hati. Kalau senang, tidak akan mudah sakit. Saya berangkat sangat pagi dan pulang sering paling sore.  Semua saya kerjakan dengan ikhlas," ucap H Mansur, sang legenda SMPN 1 Karanggeneng, di momen peringatan Hari Pahlawan 10 November ini. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com