ITS Raih Tiga Besar di Indonesia Versi THE Asia Universitas Rankings 2020

Home / Pendidikan / ITS Raih Tiga Besar di Indonesia Versi THE Asia Universitas Rankings 2020
ITS Raih Tiga Besar di Indonesia Versi THE Asia Universitas Rankings 2020 Rulli Pratiwi Setiawan ST MSc PhD saat menjelaskan dan menunjukkan peringkat ITS se-Asia versi THE Asia University Rangkings 2020. (Foto: Humas ITS)

TIMESSURABAYA, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berhasil bertengger di pemeringkatan Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2020 yang dirilis pada acara Virtual Live THE Asia dan terbit pada, Rabu (3/6/2020). Peringkat tersebut menunjukkan bahwa nama ITS bersanding dengan dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain sebagai tiga besar terbaik di Indonesia.

Manajer Senior urusan World Class University ITS, Rulli Pratiwi Setiawan ST MSc PhD, menjelaskan bahwa ITS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat 301-350 se-Asia. Rulli menjelaskan jika ada lima kriteria yang diperhitungkan dalam pemeringkatan kali ini, di antaranya Pengajaran (25 persen), Penelitian (30 persen), Sitasi (30 persen), Pandangan Internasional (7,5 persen), dan Pendapatan Industri (7,5 persen).

its-b.jpg

Di tahun ini pun, ITS berhasil berdiri kokoh di tiga besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Bahkan dalam lima besar perguruan tinggi tersebut, ITS masih tetap unggul di kriteria Sitasi dengan skor 23,40. Kriteria ini merupakan jumlah kutipan dari publikasi artikel di jurnal internasional yang bereputasi.

“Data tersebut diambil dari Scopus selama lima tahun terakhir,” jelas Rulli, Kamis (4/6/2020).

Dalam kriteria Pengajaran, lanjut Rulli, ITS mendapat skor sebesar 23,30. Lalu, kriteria Penelitian mendapat skor 13,60, kriteria Pandangan Internasional mendapat skor 34,70, dan kriteria Pendapatan Industri mendapat 62,60.

“Total skor yang diraih ITS dalam THE Asia University Rankings 2020 ini adalah 24,22,” ungkap alumnus Arsitektur ITS ini.

its-c.jpg

Menilik skor yang diperoleh ITS, Rulli mengutarakan bahwa meski skor tertinggi berada di kriteria Pendapatan Industri, kenyataannya kriteria tersebut ternyata masih kalah dari beberapa perguruan tinggi lainnya. Justru dari lima kriteria yang ada, bobot yang besar dan skor yang unggul dari kriteria Sitasi lah yang cukup membantu capaian keseluruhan skor dari ITS.

Rulli menuturkan bahwa ini merupakan tahun kedua ITS masuk dalam pemeringkatan THE. Berbeda dengan pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS), pemeringkatan THE ini lebih sulit apabila dilihat dari berbagai kriteria yang menjadi tolok ukur. Hal ini tercermin dari masih sedikitnya perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam radar pemeringkatan tersebut.

“Tahun 2020 ini terdapat enam PTN di Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan THE, salah satunya ITS,” jelas dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ini.

Kemudian, Rulli menjelaskan bahwa untuk dapat masuk dalam peringkat THE pun ada beberapa syarat yang perlu dimiliki suatu perguruan tinggi. Ketiga hal tersebut yaitu terkait Pengajaran, Universitas, dan Penelitian. Kategori Pengajaran yakni harus memiliki program Strata 1, kategori Universitas yakni jumlah staf di masing-masing area studi tidak lebih dari 80 persen, dan kategori Penelitian yakni telah mempublikasikan 1.000 artikel jurnal dalam lima tahun terakhir atau minimum 150 publikasi tiap tahunnya.

Menurut Rulli, bukan hal yang mudah untuk masuk dalam pemeringkatan THE. Namun, ke depannya ITS akan berusaha untuk mempertahankan bahkan meningkatkan. Untuk mewujudkannya, kegiatan internasionalisasi di ITS akan semakin ditingkatkan mulai tahun 2020 ini.

“Pelatihan World Class University, bukan hanya ditujukan untuk rekan-rekan dosen, namun juga para tenaga kependidikan (karyawan, red) dan mahasiswa,” papar alumnus doktoral Hiroshima University, Jepang ini.

Selain itu, imbuhnya, ke depan ITS akan terus meningkatkan reputasi di kancah internasional. Salah satunya adalah kolaborasi dengan para peneliti kelas dunia. Kolaborasi penelitian ini diharapkan dapat berujung pada penulisan artikel bersama dengan penulis dari perguruan tinggi di luar negeri, sehingga dapat menunjang capaian penilaian di kriteria Sitasi dan Reputasi, baik di kategori Pengajaran maupun Penelitian. 

Menurut Rulli, untuk mencapai semua target tersebut, tentunya diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh sivitas akademika. Pun untuk bisa semakin memantapkan posisi ITS di level dunia, semua komponen di ITS perlu untuk semakin paham pentingnya pemeringkatan internasional.

“Peringkat memang bukan tujuan akhir, tapi hal itu bisa menjadi benchmarking untuk melihat posisi ITS di level dunia,” tandasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com