Dinas Pendidikan Jatim Perkuat SDM dan Pendidikan Vokasi Songsong Perubahan Lima Tahun Mendatang 

Home / Pendidikan / Dinas Pendidikan Jatim Perkuat SDM dan Pendidikan Vokasi Songsong Perubahan Lima Tahun Mendatang 
Dinas Pendidikan Jatim Perkuat SDM dan Pendidikan Vokasi Songsong Perubahan Lima Tahun Mendatang  Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi, Senin (20/1/2020). (Foto: Istimewa)

TIMESSURABAYA, SURABAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dinas Pendidikan Jatim) fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan memperkuat pendidikan vokasi. Hal itu menjadi perhatian utama sebab tantangan pembangunan ke depan sangat kompleks.

Karena itu pembangunan SDM melalui sektor pendidikan menjadi prioritas dan akan terus diperkuat.

Wahid-Wahyudi-2.jpg

"Kita harus waspada dengan perubahan-perubahan ke depan, karena perubahan ini yang membuat tantangan-tantangan dunia pendidikan," tegas Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi, Senin (20/1/2020).

Ia menekankan pentingnya menyiapkan SDM unggul dan berkualitas guna menyongsong perubahan 5 tahun ke depan sesuai arahan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

Pesan penting ini disampaikan dalam acara silaturahmi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama sekitar 500 lebih Kepala SMA, SMK dan PKLK dan kepala tata usaha negeri swasta.

Dalam acara itu hadir pula pengawas sekolah dari Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten/Kota Madiun dan Ngawi.

"Lima tahun ke depan, sesuai arahan Ibu Gubernur Jawa Timur berbasis wilayah. Kawasan prioritas Jawa Timur terdapat 5 kawasan yang dapat didorong menjadi klaster pertumbuhan, 5 wilayah tersebut meliputi, Gerbang Kertasusila," ujarnya.

Wahid-Wahyudi-3.jpg

Adapun 5 kawasan prioritas Jawa Timur, yaitu kluster pertama Gerbang Kertasusila untuk industri, kluster kedua Selingkar Wilis untuk agro produksi dan pariwisata, kluster ketiga Bromo Tengger Semeru jadi kawasan pariwisata, agro produksi dan agro industri. Sedangkan kluster keempat di Selingkar Ijen sebagai kawasan pariwisata, dan kluster kelima di Madura-Kepulauan untuk kawasan pertanian, peternakan dan pariwisata.

"Saya mengajak kepala cabang dan kepala sekolah untuk andil dalam pemerataan akses dunia pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan serta kerja yang diketahui publik," imbuhnya.

Adapun isu strategis pendidikan adalah Jawa Timur berkomitmen meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). Guna mendongkrak IPM, lanjutnya, para kepala sekolah agar segera memetakan masing-masing sekolah. Tujuannya selain mengurangi disparitas kualitas juga memetakan kontribusi sekolah dalam meningkatkan pembangunan SDM.

"Saya berharap agar kepala sekolah dan cabang dinas sering sering mengundang dan bersilahturahmi dengan pengusaha pengusaha di sekitar sekolah dan wilayahnya untuk menciptakan inovasi menekan pengangguran lulusan di sekolah," tuturnya.

Pembangunana selama lima tahun ke depan di Jatim diprediksi bakal maju pesat, sebab setidaknya ada 218 proyek strategis nasional sudah memasuki tahap ground breaking pada 2024.

Proyek strategis nasional yang masuk dalam program percepatan pembangunan ekonomi Jatim itu di dalamnya ada pembangunan infrastruktur dan SDM. Proyek-proyek tersebut tersebar di kawasan Gerbang Kertosusila, yaitu Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan.

"Pendidikan vokasi kita siapkan di dunia usaha, SDM siap kerja, bukan hanya siap belajar kerja saja," pungkas Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com