Rumah Tua di Stasiun Kota Kediri Dijadikan Kedai Kopi

Home / Gaya Hidup / Rumah Tua di Stasiun Kota Kediri Dijadikan Kedai Kopi
Rumah Tua di Stasiun Kota Kediri Dijadikan Kedai Kopi Para pengunjung kedai kopi stasiun sedang menikmati kopi (FOTO: Cas/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, KEDIRI – Sebuah rumah tua yang sebelumnya dibiarkan mangkrak tak terurus bertahun-tahun di kawasan Jalan Stasiun Kota Kediri disulap menjadi kedai kopi. Meskipun baru dibuka pada pertengahan Agustus 2019, kedai ini menarik banyak peminat dari berbagai segmen usia.

Mengambil nama Coffee Station yang berdiri di Jalan Stasiun No 24 Kota Kediri, kedai kopi ini tetap mempertahankan nuansa vintage rumah tua yang telah berdiri di era awal kemerdekaan. Sebuah bar dari kayu “Jati Belanda” dengan sentuhan warna dasar yang hanya mengandalkan vernis, menjadi tongkrongan mesin espresso satu grup dari merk Italia Nuova Simonelli dengan pendamping kopi grinder dari merk yang sama. 

Nuansa lampu gantung dengan “llook” kuno tidak menghilangkan identitas “vintage” bangunan meskipun berbagai peralatan kopi seduh manual modern bertebaran di atas meja bar.  Apalagi meja bar kayu dilengkapi dengan kursi bar dari besi dengan warna hitam dof, sehingga tetap ada nuansa industrialis, semua seolah tetap harmonis dan tidak saling bertabrakan.

kedai-kopi-stasiun-Kediri.jpg

Bar ini berada di sebuah ruangan yang berdinding ram-raman sehingga bisa tampak dari luar, satu dinding lagi dijebol agar bisa melancarkan alur pelayanan, selain memberi ruang untuk udara segar bebas masuk ke dalam areal bar.

“Proses konsep dan desainnya kami mulai pada sekitar November 2019, namun karena memang harus berhati-hati agar hasil akhirnya tidak merusak nilai bangunan lama yang menurut kami sudah menjadi bahan baku yang kuat, penggarapannya membutuhkan waktu hampir enam bulan,” kata Arief Priyono, pengelola cafe.

Kedai kopi ini sementara masih menyediakan 50 kursi, sebagian besar ditempatkan di areal outdoor. Di areal outdoor, sebuah pohon mangga yang saat ini sudah berbuah menaungi dua meja semen dan sebuah sumur tua yang disulap menjadi meja empat sisi. Beberapa meja kayu dan besi melengkapi, ditebar di beberapa sudut areal.

Penarik mata utama jelas berada di wilayah lorong depan bar, pengelola memanfaatkan ruang semaksimal mungkin. Tembok pembatas rumah dengan gang dimanfaatkan sebagai meja dengan menginstalasi kayu di atasnya. Enam kursi cukup untuk mempermanis wilayah ini agar tidak tampak kosong.

“Kami masih punya empat ruangan di rumah depan, sedang dalam tahap pembersihan dan pengecatan ulang, ke depan akan ada ruang pamer dan space yang bisa dipakai untuk tempat kerja, rapat, seminar atau event-event dengan skala kecil," jelas Arief.

kedai-kopi-stasiun-Kediri-a.jpg

Untuk menu, Coffee Station mengandalkan minuman kopi berbasis espresso dan “manual brew”. Mereka seolah tidak ikut arus kopi susu kekinian. Alih-alih tetap mengandalkan cappuccino, caffe latte, piccolo atau teknik seduh manual french press, aero press, V60, vietnam drip, dan tak lupa kopi tubruk sebagai teknik seduhan paling populer di Indonesia.

“Trend-nya memang sedang ke kopi kekinian atau kopi susu. Secara pragmatis kami juga akan menyediakan, sedang kami develop (susun) menunya. Cuma memang secara branding kami tidak akan menonjolkan cerita kopi kekinian sebagai keunikan kedai kami,” tambah Arief Priyono.

“Kedai ini bisa menampung semua usia, kami yang bekerja bisa nyaman berdiskusi karena lokasi berjarak dari jalan utama yang bising, sementara anak-anak muda yang suka nuansa outdoor juga bisa terpenuhi seleranya,” begitu testimoni Septian Kurniawan. 

“Tinggal menambah ruang meeting dan menu makanan berat, mungkin saya akan sering ke sini, sesekali bisa bawa anak-anak dan istri,” tambah pria yang biasa disapa Ian ini.

Untuk menu makanan berat di Coffee Station sudah ada Cheese Burger, Hot Dog, French Toast, yang memang masih bernuansa barat. Kedepan mereka juga akan menyediakan makanan berbasis nasi. Untuk camilan, ada menu Risoles yang menjadi signature kedai ini, juga snack ala India Samosa.

Untuk melengkapi dan membuat betah anak muda nongkrong di kedai kopi, Coffee Station juga menambahkan beberapa jenis “board game” seperti UNO, poker, dan catur. Akan ada ruang khusus yang dibangun untuk kebutuhan permainan ini, sekaligus ruang untuk nonton bareng pertandingan sepakbola dan e-sport. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com