Pertamina Dampingi Puluhan Ribu UMKM Jatimbalinus

Home / Ekonomi / Pertamina Dampingi Puluhan Ribu UMKM Jatimbalinus
Pertamina Dampingi Puluhan Ribu UMKM Jatimbalinus Puluhan Ribu UMKM Binaan Pertamina Guna Dukung Geliat Sektor Riil Perekonomian Indonesia (Foto : dok Pertamina)
Fokus Berita

TIMESSURABAYA, SURABAYAPertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur) dampingi puluhan ribu sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM sebagai salah satu subsektor rill dalam struktur perekonomian.

Bantuan yang diberikan dengan menggulirkan bantuan permodalan dengan skema dana bergulir bagi UMKM di wilayah operasionalnya.

Semenjak program ini digulirkan, Tahun 1993 silam, Pertamina MOR V memiliki lebih dari 48.000 UMKM binaan yang tersebar di 4 provinsi (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur). Tujuh sektor UMKM yang menjadi sasaran program ini diantaranya Industri kreatif, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan jasa.

"Sejak awal tahun 2018 hingga saat ini saja, realisasi penyaluran Program Kemitraan Pertamina di wilayah MOR V sebesar lebih dari 164 Milyar Rupiah untuk berbagai sektor usaha," ujar Rustam Aji, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V.

Sinergi bersama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain seperti PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT Perkebunan Nusantara XII dan juga afiliasi Pertamina seperti PT Pertamina Gas, PT Pertamina Lubricant sebagai salah satu cara untuk memperluas jangkauan program dan verifikasi potensi mitra binaan unggulan yang nantinya akan menerima bantuan permodalan dana bergulir dari Pertamina.

UMKM-Pertamina-2.jpg

"Selain dengan sesama BUMN, kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah juga kami lakukan, misalnya dalam upaya mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) untuk pengembangan UMKM di Mandalika, Kab. Lombok Tengah, NTB dan Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat, NTT," tambah Rustam.

Salah satu keunggulan Program Kemitraan Pertamina adalah adanya kesempatan pengembangan kompetensi yang mungkin masih belum dimiliki oleh UMKM. Beragam pelatihan diadakan, seperti penyusunan neraca keuangan, pengemasan dan branding produk hasil UMKM, pengelolaan toko online di e-commerce, dan prosedur pengurusan beragam sertifikasi mulai dari PIRT, BPOM serta HAKI bagi UMKM binaan yang belum memiliki.

Selain pendampingan dalam bentuk pelatihan, mitra binaan Pertamina MOR V juga memperoleh kesempatan untuk memperluas jangkauan, exposure dan networking dengan mengikuti pameran-pameran.

"Mitra binaan unggulan, utamanya yang bergerak di sektor industri kreatif kami berangkatkan untuk mengikuti pameran berskala regional, nasional maupun internasional sebagai bentuk promosi dan pengenalan produk khas dan unik dari Jatim, Bali, NTB dan NTT," jelas Rustam.

Mitra binaan unggulan Pertamina MOR V, Nio-El contohnya, sudah naik kelas hingga bisa memasarkan produknya sampai keluar negeri (ekspor). Produk kerajinan aksesoris etnik handmade hasil karyanya sudah diminati pasar mancanegara. "Semenjak bermitra dengan Pertamina, saya memperoleh kesempatan yang istimewa untuk bisa melakukan perluasan area pemasaran saya hingga ke lima negara," ujar Lidya Waskita pemilik Nio-El.

UMKM-Pertamina-3.jpg

Selama masa pandemi Covid-19 ini pun, dengan mengedepankan semangat pemberdayaan masyarakat, sebagian besar dari bantuan yang diberikan kepada masyarakat merupakan produk hasil dari pelaku UMKM binaan Pertamina MOR V. Puluhan ribu masker kain non medis, setelan hazmat, alat cuci tangan portabel hingga minuman herbal racikan dari UMKM yang dibeli oleh Pertamina dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari program Pertamina Peduli Penanggulangan COVID-19 ini.

Melalui Program Kemitraan ini, Pertamina juga melakukan edukasi Pinky Movement kepada para UMKM terkait penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG).

"Sasaran program Pinky Movement diantaranya pangkalan LPG, usaha kuliner, peternakan, pertanian, jasa laundry dan lainnya dengan tujuan mengedukasi pelaku UMKM dan masyarakat agar penyaluran LPG bersubsidi ke depannya tepat sasaran, hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berhak," tutup Rustam.

Bila masyarakat pelaku UMKM memiliki rencana pengembangan usaha dan berminat untuk bermitra dengan Pertamina dapat memperoleh informasi mengenai Program Kemitraan Pertamina, melalui situs resmi https://www.pertamina.com/id/program-kemitraan dan juga melalui telfon ke Call Center Pertamina di nomor 1 500 000. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com