Produksi Keset Perca, UMKM di Kota Madiun Ini Beromset Jutaan Rupiah

Home / Ekonomi / Produksi Keset Perca, UMKM di Kota Madiun Ini Beromset Jutaan Rupiah
Produksi Keset Perca, UMKM di Kota Madiun Ini Beromset Jutaan Rupiah Marsin menunjukkan keset kain perca hasil kerajinannya. (Foto: Gerry Setiawan/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, MADIUN – Keset yang terbuat dari sisa kain (keset perca) menjadi sumber penghasilan bagi Marsin warga Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun, Jawa Timur. Berbekal keterampilan yang diperolehnya saat masih duduk di bangku SD, pelaku UMKM Kota Madiun itu memproduksi keset perca sejak 1995.

"Saat pindah ke Madiun saya tidak punya penghasilan. Terus mencoba buat keset dari perca. Dulu pernah diajari guru waktu di SD," tutur Marsin.

Dengan modal  Rp 10 ribu, Marsin membeli satu karung perca untuk bahan membuat keset. Awalnya tidak mudah memasarkan keset perca buatannya. Tapi Marsin tidak putus asa. Dia terus memproduksi keset dengan berbagai variasi bentuk dan warna.

keset-kain-perca-b.jpg

"Keset saya buat beraneka macam warna. Ternyata cukup diminati," ujar Marsin.

Dengan semakin banyak produksi dan penjualan, tetangga di sekitar rumah Marsin mulai ikut tertarik. Mereka kemudian bergabung menjadi pekerja. Selain keset perca, Marsin juga membuat produk lain dari kain perca seperti taplak, dompet kain dan lampin.

"Penjualannya langsung saya kirim ke pasar. Biasanya langsung dibayar tidak nitip," kata Marsin.

Untuk bahan baku kain perca, Marsin membeli dari pabrik baju atau percetakan sablon kaos. Sebagian besar bahan didatangkan dari Ponorogo.

=

Penjualan keset perca buatan Marsin sempat tersendat karena pandemi Covid-19. Order dari pedagang yang menjual kesetnya terhenti karena pasar sepi. Dia kemudian mencoba menawarkan lewat online.

"Lumayan sudah ada order lagi dari jualan lewat online," katanya.

Saat kondisi normal, penghasilan Marsin dari menjual keset perca rata-rata Rp 4 juta satu bulan. Keset buatan UMKM Kota Madiun itu dijual dengan harga bervariasi. Mulai Rp 10 ribu hingga Rp 150 ribu tergantung ukurannya. Dia juga melayani motif sesuai keinginan pembeli. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com