Pemasangan Pipa Gas PGN di Betoyo Gresik Dipastikan Aman

Home / Berita / Pemasangan Pipa Gas PGN di Betoyo Gresik Dipastikan Aman
Pemasangan Pipa Gas PGN di Betoyo Gresik Dipastikan Aman Pipa gas yang akan dipasang (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, GRESIK – Pemasangan pipa gas oleh Perusahaan Gas Negara atau PGN di titik Desa Betoyokauman, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik terus berlanjut. Kontraktor memastikan pemasangan pipa tersebut aman.

Sebelumnya, sejumlah warga desa protes karena takut pemasangan pipa gas itu berbahaya dan mengakibatkan keretakan tanah.

Project Manager PT Panca Indah Jayamahe (PIJ), selaku subkontractor pemasangan pipa gas, Nanang Prasetyo mengatakan proyek tersebut akan berlanjut. Ia berharap bisa selesai pada akhir tahun.

Nanang bahkan memastikan jika proyek tersebut aman, ia pun siap bertanggungjawab jika ada hal yang tak diinginkan.

Dia pun menjamin, jika pemasangan pipa tersebut sudah melalui berbagai proses, bahkan pipa yang dipakai sudah sesuai spek serta pengerjaan dipantau oleh pihak PGN.

"Tentunya kami siap bertanggungjawab penuh dengan proyek ini. Tapi kami pastikan aman karena pipa gas akan ditanam hingga kedalaman 10 meter," ungkapnya, Rabu (16/10/2019).

Dikatakan lebih jauh oleh Nanang, pihaknya ke depan akan memasang pipa gas dari PGN sepanjang 1,4 km, rinciannya di Desa Banyuwangi 50 meter, Desa Betoyo 900 meter dan Desa Sembayat 400 meter.

Dalam pekerjaan yang akan dilakukan, Nanang menyebut pihaknya hanya melakukan penyambungan pipa gas yang sudah dilakukan oleh kontraktor sebelumnya.

"Jadi kami kami hanya meneruskan yang dulu, proyek ini hanya menyambungkan dari tiga titik itu. Akhir tahun ini, tepatnya Bulan Desember ditarget selesai," katanya.

Selain memastikan aman, Nanang juga siap bertanggungjawab paska pekerjaan penanaman pipa selesai. "Jadi seandainya jalan atau saluran irigasi rusak karena penanaman pipa kami siap tanggungjawab serta memperbaiki seperti semula lagi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Betoyokauman, M Aly Mansyur menambahkan jika sebelum pengerjaan sudah dilakulan sosialisasi. Namun, sosialisasi yang dilakukan itu hanya satu kali.

"Sekitar pertengahan tahun kemarin, untuk proyek lanjutan penyambungan pipa ini masih belum. Karena yang pertama sudah, ya saya kira warga sudah paham," ujarnya.

Dikatakan lebih jauh oleh Aly, warganya yang terkena dampak penanaman pipa tersebut sudah diberi kompensasi. Baik itu ke pemilih lahan maupun pemilik rumah.

"Kompensasi itu berupa uang tiga juta rupiah, semua sama yang terkena dampak. Kalau ke desa tidak ada, hanya ke rumah warga terendampak," imbuhnya menanggapi pemasangan pipa gas PGN di Desa Betoyo, Kabupaten Gresik. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com