Honor Guru Mengaji di Bondosowo Segera Cair

Home / Berita / Honor Guru Mengaji di Bondosowo Segera Cair
Honor Guru Mengaji di Bondosowo Segera Cair Bupati Bondowoso Salwa Arifin. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, BONDOWOSO – Dalam dua minggu ini, Pemkab Bondowoso segera mencairkan honor guru mengaji, dan disepakati minimal setiap mushala harus memiliki 5 orang santri.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin  usai Rapat Paripurna di gedung DPRD setempat, Jumat (16/8/2019).

“Iya,  akan segera direalisasikan. Jumlah santri sudah sangat minim. Jumlahnya lima,” kata Bupati Salwa.

Menurutnya, untuk validasi data sudah selesai dilakukan dan tinggal realisasi. Menurutnya, kurang lebih ada sekitar 5400 penerima.

“Selisihnya hanya 200 dengan yang tanpa jumlah. Mungkin itu sudah banyak guru yang tidak aktif lagi mungkin sudah pindah, sudah meninggal,” jelasnya.

Anggaran untuk honor guru mengaji ini tidak lagi melalui dana hibah dan Bansos, tapi melalui APBD di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso dengan pos pembinaan pendidikan karakter.

“Semuanya masuk rekening, untuk menghindari macam-macam, dan untuk efisiensi. Semua guru ngaji harus buat rekening,” katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Bondowoso, H Tohari menjelaskan, bahwa dari awalnya dibatasi minimal 10 santri kini disepakati 5 orang.

“Tetap ada batasan. Kalau tidak ada batasan. Seperti yang disampaikan media,  jangan-jangan ponakannya, anaknya hanya dua orang dimasukkan dan mendapatkan honor guru ngaji. Walaupun ada kekurangan dan kelebihan dengan pembatasan itu,” jelasnya.

Jumlah honor guru mengaji ditetapkan Rp 1,5 juta. Jumlah honor guru mengaji merupakan janji politik Bupati Bondowoso Salwa Arifin saat Pilkada 2018 kemarin. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com