Hari Pahlawan, Mahasiswa MM Unair Kolaborasikan LVTI dan Sanggar Alang-Alang

Home / Berita / Hari Pahlawan, Mahasiswa MM Unair Kolaborasikan LVTI dan Sanggar Alang-Alang
Hari Pahlawan, Mahasiswa MM Unair Kolaborasikan LVTI dan Sanggar Alang-Alang Sadono Parmo (LVTI) dan Didit H.P, pendiri Sanggar Alang - alang saat menghadiri acara Hero is Me persembahan MM Unair, Sabtu (10/11/2018). (FOTO: Dimas Habib/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, SURABAYA – Surabaya - Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Airlangga (MM Unair) dedikasikan kegiatan inspiratif yang memiliki pesan moral pada Hari Pahlawan 2019, di Aula Fadjar Notonegoro Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga, Sabtu (10/11/2018).

Kegiatan “Hero Is Me” menghadirkan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Sanggar Alang Alang. Sehingga, kegiatan ini memiliki makna yang sangat tinggi terhadap nilai- nilai kepahlawanan dan budaya Indonesia agar tetap dikenang dan dilestarikan.

Unair-Hero-is-Me.jpg

Gancar C Premananto, Dosen Etika Bisnis dan Corporate Social Responbility (CSR) FEB Unair mengungkapkan, kekaguman terhadap mahasiswa Magister Manajemen yang telah berhasil melaksanakan tugas CSR dengan unik dan manajemen yang apik di “Hero Is Me”.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaboratif antara Veteran dan Sanggar alang-alang untuk menghasilkan sebuah acara yang dikemas apik pada moment Hari Pahlawan,” ungkap dia.

Menurut Gancar, mata kuliah Etika Bisnis dan CSR mengajarkan agar dapat menyetarakan antara low budget namun dapat berguna bagi seluruh masyarakat dalam program CSR. Businessman, diharuskan memiliki jiwa leader dan inovatif sehingga dapat menjadikan makna yang lebih berguna.

“Mahasiswa saya rata-rata pekerja seperti pebisnis, PLN dan Pertamina. Sehingga, memang perkuliahan ini memantapkan dalam dunia kerja,” kata dia.

Dil ain pihak, Hadiyan Prabowo, salah satu mahasiswa MM Unair menjelaskan, “Hero Is Me” merupakan kegiatan yang ingin memperkenalkan sosok heroik inspiratif yang telah mengorbankan banyak hal untuk membuat Indonesia menjadi semakin maju.

Unair-Hero-is-Me-2.jpg

“Kami memilih tema ini untuk menunjukkan bahwa semangat kepahlawanan dirasa sangat penting sehingga kami  memperkenalkan sosok pahlawan kepada masyarakat Surabaya yaitu Veteran yang masih memiliki daya juang 45,” kata dia.

Selanjutnya, Sadono Parmo selaku LVTI mengungkapkan, keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi Republik Indonesia saat ini. Dia menjelaskan, bahwa generasi saat ini seharusnya menikmati kebebasan dalam segala hal namun dalam realita yang terjadi seringkali disalahgunakan.

“Saya sangat prihatin, kami berjuang dengan perang darah untuk mendapatkan sebuah kemerdekaan. Generasi saat ini, seharusnya menjadi pahlawan dengan memerangi sebuah kebodohan, kemiskian, kecurangan dan ketidakadilan. Tetap saja mereka bukannya memerangi namun menyalahgunakan dengan banyaknya aset yang terjual di negara lain, kemiskinan merajalela dan koruptor dimana-mana,” ungkapnya sambil menangis.

Berbeda dengan Didit H.P selaku pendiri sanggar alang alang menjelaskan pahlawan adalah orang yang mencari pahala. Dengan mendapatkan berbagai kebaikan. “Pahlawan generasi saat ini dan lampau adalah seseorang yang berkorban untuk mendapatkan pahala tanpa mengenal pamrih,” pungkas Didit di acara peringatan Hari Pahlawan 2019 yang digagas MM Unair itu (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com