Mantan Napiter dan Kombatan Deklarasi Anti Hoaks

Home / Berita / Mantan Napiter dan Kombatan Deklarasi Anti Hoaks
Mantan Napiter dan Kombatan Deklarasi Anti Hoaks Para mantan napiter dan kombatan melajukan deklarasi anti hoaks, di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Sabtu (10/11/2018). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, LAMONGAN – Mantan Narapidana Terorisme (Napiter) dan Kombatan yang tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) mengapresiasi langkah Polres dan Kodim 0812 Lamongan yang gencar mengajak elemen masyarakat untuk melakukan deklarasi antihoaks jelang Pemilu 2019.

Menurut Ali Fauzi, Direktur YLP, deklarasi antihoaks memang sangat diperlukan untuk mencegah perpecahan di kalangan masyarakat menjelang pemilu, terutama yang disebebkan oleh berita hoaks. 

"Tentu ini hal yang baik karena sekarang ini banyak berita hoaks, orang yang tidak punya imunitas kemudian ikut men share dan ijut mengipasi perselisihan dan perbedaan antara nomor satu dan nomor 2. Saya pikir ini yang kurang baik," kata Ali Fauzi, usai deklarasi anti Hoaks dan ujaran kebencian, di markas YLP di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Sabtu, (10/11/2018).

Untuk itu, YLP menghimbau kepada anggota dan masyarakat untuk tidak ikut-ikutan menyebar hoaks, apalagi kemudian menjadi pemicunya.

"Saya pikir cangkrukan seperti ini cukup bagus, bagaimana kita menyamakan persepsi antara mantan napi teroris dan kombatan dengan pihak TNI, kepolisian dan Forkompinda Lamongan," ucapnya.

Dalam kegiatan yang bertepatan dengan peringatan hari pahlawan ini, Ali Fauzi juga mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilainyang luhur sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa pahlawan.

"Tentu ini menjadi hal yang sangat baik, 10 November Hari Pahlawan, saya ingin mentransformasi ini terhadap kawan-kawan supaya mau menghormati jasa-jasa para pahlawan, bahwa kemerdekaan yang kita raih tidak dengan harga murah, bukan hanya keringat dan air mata, tapi juga darah yang mereka korbankan," tuturnya.

Bupati Lamongan, Fadeli yang juga menghadiri kegiatan tersebut, menyampaikan terima kasih untuk semua pihak, terlebih untuk mantan napiter dan kombatan yang telah melakukan deklarasi antihoaks. 

"Hal-hal demikian ini saya menyambut positif, acara semacam ini sangat kita perlukan. Saya berterima kasih kepada Kapolres dan Dandim karena tidak henti-hentinya melakukan ini, dan saya harapkan ini dilakukan sampai ke tingkat bawah," kata Fadeli.

Sementara Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung menyatakan, cangkrukan bersama dan deklarasi anti hoaks ini merupakan upaya untuk menjaga situasi kamtibmas agar Lamongan tetap aman dan kondusif.

"Tentu ini adalah upaya kita untuk merangkul semua elemen masyarakat dalam rangka mendukung TNI, Polri dan pemerintah daerah untuk menyamakan persepsi, agar lamongan ini walaupun saat ini adalah tahun politik yang mungkin di tengah-tengah masyarakat ada sedikit menimbulkan suatu gejolak karena adanya perbedaan, tapi tetap menjaga kerukunan dan toleransi," tutur Feby. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com