Bupati Fadeli: Ketersediaan Jagung, Cukup

Home / Berita / Bupati Fadeli: Ketersediaan Jagung, Cukup
Bupati Fadeli: Ketersediaan Jagung, Cukup Bupati Fadeli, mendampingi Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto bersama Wakil Asisten Teritorial KASAD Brigjen Gathut Setyo Utomo, dalam Safari Panen Jagung serentak, Sabtu (10/11/2018) (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, LAMONGAN – Disaat ramai terkait rencana pemerintah pusat yang akan melakukan impor jagung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tidak ada masalah dengan ketersediaan jagung.

“Menurut saya, ketersediaan jagung cukup. Jadi Saya minta pada kementerian, agar tidak perlu impor jagung. Tidak perlulah, sedikit-sedikit impor,” ujar Bupati Fadeli, saat mendampingi Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto bersama Wakil Asisten Teritorial KASAD Brigjen Gathut Setyo Utomo, Sabtu (10/11/2018).

Safari-Panen-Jagung-lamongan-2.jpg

Bahkan, di sela-sela Safari Panen Jagung serentak di Desa Bulubrangsi Kecamatan Laren, dikatakan Fadeli, di Lamongan saja, sampai Oktober lalu sudah bisa berproduksi 550.2014 ton jagung.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini, di saat sudah mulai musim hujan, kami masih bisa panen jagung,“ ucapnya.

Fadeli menyarankan, yang perlu dilakukan saat ini adalah menjaga keseimbangan harga, sehingga petani jagung menikmati keuntungan, di sisi lain peternak tidak menjerit karena harga pakan yang terlalu tinggi.

Untuk itu, Ia meminta agar harga jagung dijaga jangan sampai di bawah Rp 4 ribu per kilogram. “Kalau sampai di atas Rp 5 ribu per kilogram juga tidak bagus, karena nanti imbasnya pada peternak,” kata Fadeli.

Fadeli juga berharap tidak sampai ada permainan,seperti dengan menahan stok di gudang-gudang.

Safari-Panen-Jagung-lamongan-3.jpg

“Stok yang ada di gudang itu agar dikeluarkanlah, jangan sampai seperti saat ini. Agar harga itu seimbang,” tuturnya.

Apa yang disampaikan Bupati Fadeli, terkait menjaga keseimbangan harga jagung, diamini Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto.

“Tadi sudah disampaikan Pak Bupati Fadeli. Bahwa produksi jagung itu memang melimpah dan ada. Namun mungkin sebarannya yang tidak merata,” ujarnya.

Lebih lanjut Gatot menjanjikan tahun ini akan membantu 5 unit mesin UV Dryer untuk Lamongan agar jagung bisa dikeringkan sempurna sehingga kualitasnya tinggi dan bisa disimpan untuk jangka waktu yang lebih lama.

Bantuan ini, menjadi reward atas lonjakan produksi jagung di Lamongan terjadi paska suksesnya program Tani Jago (pertanian jagung modern), yang semula produktivitasnya hanya berkisar 5,8 ton per hektar, saat ini bisa mencapai 9 ton per hektar.

Peningkatan produktivitas ini diikuti melonjaknya produksi dari sebesar 323.550 ton di 2015 menjadi 571.080 ton dengan produktivitas rata-rata 8,3 ton perhektare pada 2017.

Sementara hingga Oktober 2018, pdrouksi jagung Lamongan sudah mencapai 550.2014 ton dengan produktivitas 9 perhektare. Ini bisa dilakukan tidak dengan menambah luasan lahan, namun karena penerapan Tani Jago. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com