Santri Milineal Banten Pilih Jokowi karena Sosok KH Ma'ruf Amin

Home / Berita / Santri Milineal Banten Pilih Jokowi karena Sosok KH Ma'ruf Amin
Santri Milineal Banten Pilih Jokowi karena Sosok KH Ma'ruf Amin Jokowi - KH. Ma'ruf Amin (Grafis: TIMES Indonesia)
Pilpres 2019

TIMESSURABAYA, JAKARTASantri Milineal di Banten bakal memilih Joko Widodo di Pilpres 2019 usai petahana menggaet KH. Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya.

Salah satu santri dari sebuah pesantren modern di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Akhyar mengatakan, dia dan santri lainnya serta masyarakat Banten sudah sangat menginginkan Indonesia dipimpin oleh orang berlatar belakang ulama.

“Tidak ada yang meragukan keulamaan Kiai Ma’ruf Amin. Saya yakin para santri yang punya hak pilih pastinya akan memilih beliau," ujar Akhyar di acara pertemuan para santri dalam rangka peringatan Hari Santri di Banten, Sabtu, (13/10/18).

Akhyar yakin, santri se-Indonesia akan memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu pada Pilpres tahun depan.

"Masa iya ada santri tidak mendukung ulama memimpin negara ini,” ujar dia.

Akhyar mengklaim, alasan santri dan masyakarat Banten akan memilih ulama pada Pilpres 2019, tidak terlepas dari sejarah Kesultanan Banten yang didirikan oleh Maulana Hasanuddin Putera Sunan Gunung Jati. Keduanya adalah ulama dan pendakwah.

“Kegigihan Maulana Hasanudin dalam menyebarkan agama Islam, semangatnya masih dirasakan sampaikan sekarang,” ungkapnya.

Ditegaskannya, Maulana Hasanuddin tak hanya ahli dalam urusan agama, namun juga ahli dalam politik dan lainnya.

“Meskipun beliau ahli agama, namun pemahaman nya tentang politik dan kekuasaan tidak dapat diragukan lagi. Dari situlah awal mula Banten mengalami era kejayaan,” sambungnya.

Perpaduan antara masyarakat dengan kalangan kiai-santri, kata Akhyar, membuat pergerakan mereka menjadi tidak ada batasnya, bahkan sulit dipadamkan.

“Karena itulah saat ulama asal Banten ditunjuk menjadi  calon orang nomor dua di negara ini, banyak santri yang menyambut gembira,” tegas dia.

Diceritakannya, Sejarah soal kegigihan ulama di medan politik dan perjuangan kekuasaan tak perlu diragukan lagi. Hal tersebut seperti cerita mengenai Ki Wasyid bersama tokoh-tokoh Banten yang memberontak terhadap Belanda pada tahun 1887. 

Kebencian terhadap penjajah Belanda, kata dia, itu membuat tokoh ulama dan tokoh masyarakat menyatu untuk memberontak Belanda. Perpaduan antara masyarakat dengan kalangan kiyai-santri membuat pergerakan mereka menjadi tidak ada batasnya, bahkan sulit dipadamkan.(*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com