GP Ansor: Tolak PKI dan Khilafah HTI

Home / Berita / GP Ansor: Tolak PKI dan Khilafah HTI
GP Ansor: Tolak PKI dan Khilafah HTI Nuruzzaman. (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, SURABAYA – Ketua Divisi Anti Teror GP Ansor, Nuruzzaman menegaskan bahwa GP Ansor menolak paham Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Khilafah.

Sebab, negara Indonesia merupakan negara kesepakatan dari berbagai kalangan dan juga negara yang berketuhanan.

"Indonesia negara yang dibuat dan disepakati oleh berbagai agama dan kami anak muda NU tetap menjaga NKRI dari ideoalgi yang merubah negara ini," katanya dalam sebuah diskusi yang mengusung tema 'Membedah Agenda Politik Komunisme & Khilafah di Pilpres 2019' di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Nuruzzaman mengatakan, PKI merupakan organisasi terlarang di Indonesia, oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi Ansor untuk melawan PKI apabila mereka bangkit.

Selain itu, lanjut dia, Ansor dan NU juga pernah menjadi tumbal sejarah PKI. Oleh karena itu dia mengajak pemuda untuk belajar sejarah.

"Soal PKI, Ansor menghabisi PKI dan kami dituduh," katanya.

Sementara itu, ihwal khilafah yang selalu didengungkan organisasi Hizbut Tahir Indonesia (HTI) sudah sangat meresahkan. Sebab, sejatinya HTI bukan organisasi dakwah, melainkan organisasi Politik yang berkamuflase pada organisasi dakwah.

"Soal khilafah HTI, itu organisasi politik bukan organisasi dakwah. Kalau dakwah, Kenapa dilarang di negara islam, itu pertanyaan," katanya.

Selain itu, masyarakat juga bisa menilai ihwal cita - cita HTI yang menolak sistem demokrasi, tetapi tetap mau masuk ke partai politik. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com