Selain Kualitas Komoditi, Kadinsos PPPA Tuban Minta Supplier BPNT Beras Berdayakan Petani Lokal

Home / Berita / Selain Kualitas Komoditi, Kadinsos PPPA Tuban Minta Supplier BPNT Beras Berdayakan Petani Lokal
Selain Kualitas Komoditi, Kadinsos PPPA Tuban Minta Supplier BPNT Beras Berdayakan Petani Lokal Plt. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Tuban, Drs Joko Sarwono saat monitoring penyaluran progam BPNT komoditi beras di Kecamatan Bangilan (04/06/2020). (Foto: Ahmad Istihar/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, TUBAN – Plt. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Tuban, Drs Joko Sarwono monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) komoditi beras didampingi ketua asosiasi supplier Tuban di sejumlah kecamatan guna memastikan kualitas komoditi pangan Enam Tepat (6T).

Enam T (6T) yang dimaksud adalah tepat sasaran, jumlah, kualitas, waktu, harga, dan administrasi. Hal ini dikatakan Plt Kadinsos PPPA Tuban, Joko Sarwano saat tiba di pendopo Kecamatan Bangilan menyaksikan penyerahan 10 ton komoditi beras bansos bulanan dari suppliyer ke agen penyalur progam BPNT Kemensos RI

“Tolong minimal seperti ini, timbang jumlah kiloanya, biar kualitas berasnya terjaga. Minimal bulan depan semakin bagus itu lebih baik,” tutur Joko Sarwono kepada seorang suppliyer saat memeriksaan beras simbolis dengan Forkopimka Bangilan, Kamis (04/06/2020) siang. 

Drs Joko Sarwono juga meminta suppliyer setempat untuk memenuhi ketersedian kebutuhan komoditi beras bagi 3709 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) progam BPNT di Kecamatan Bangilan, Suppliyer turut memberdayakan petani-petani lokal mulai empunya lumbung beras atau gudang selepan padi yang dikelola kelompok tani maupun Gapoktan.

“Suppliyer jangan cuma bisnis dengan pedagang beras. Kalau petani sini panen raya ambil saja. Kami minta akomodir hasil panen beras dari selep atau lumbung beras diwilayah sini,” pinta Joko Plt Kadinsos PPPA Tuban kepada suppliyer progam BPNT tersebut.

Camat Bangilan, Deny Susilo Hartono saat mengikuti penyerahan dan pemeriksaan simbolis komoditi beras dari suppliyer mengamini peryatakan Plt Kadinsos PPPA Tuban yakni adanya pemberdayaan petani lokal dan mekanisme tata cara penyaluran progam BPNT komoditi beras mengikuti sesuaian ketentuan 6T dari pedoman umum Kemensos RI.  

“Jika kondisi beras dari suppliyer tidak layak untuk KPM BPTN yang akan disalurkan lewat agen. Maka agen wajib meminta mengembalikan. Selain itu, Suppliyer tidak hanya untuk berdagang. Namun juga meratakan perekonomian masyarakat petani lokal dengan pemberdayaan atau suppliyer kulakan hasil panenan beras petani setempat,” jelasnya

Salah satu suppliyer BPTN komoditi beras, Syukur mengatakan penyaluran komoditi beras kepada agen untuk ditransaksikan ke ribuan KPM sekecamatan Bangilan baru 10 ton beras sedangkan untuk mencukupi kebutuhan 35 ton akan diserahkan menyusul langsung ke agen-agen PBNT. (*) 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com