Cegah Penyebaran Covid-19, Banyuwangi Siapkan Fasilitas Kebersihan di Ruang Publik

Home / Berita / Cegah Penyebaran Covid-19, Banyuwangi Siapkan Fasilitas Kebersihan di Ruang Publik
Cegah Penyebaran Covid-19, Banyuwangi Siapkan Fasilitas Kebersihan di Ruang Publik Pemkab Banyuwangi Resmikan Tempat Cuci Tangan dan Bilik Disinfektan di Ruang-Ruang Publik (Foto : Roghib Mabrur/Times Indonesia)
Fokus Berita

TIMESSURABAYA, BANYUWANGI – Upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19), Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan fasilitas kebersihan berupa tempat cuci tangan (wastafel portable) dan bilik disinfektan di ruang-ruang publik, seperti Taman Sayu Wiwit dan pintu masuk kantor Pemkab Banyuwangi.

Wastafel portabel tersebut didukung oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi. Wastafel portabel tersebut dipasang lengkap dengan sabun pencuci tangan dan tisu. Sejumlah pasar tradisional juga dilengkapi wastafel portabel tersebut, seperti Pasar Blambangan, Pasar Banyuwangi, Pasar Karangrejo, Pasar Rogojampi, Pasar Muncar, dan Pasar Genteng.

Fasilitas kebersihan ini diresmikan langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di dampingi jajaran SKPD Banyuwangi.

"Hari ini kita melaunching fasilitas cuci tangan untuk publik, harapan saya ini bisa ditiru semua kelompok masyarakat karena mudah membuatnya, nah kita menyiapkan diruang-ruang publik, seperti di alun-alun dan pasar," kata Bupati Anas. Kamis (26/3/2020).

Anas menyatakan bahwa peresmian ini adalah salah satu cara untuk memudahkan masyarakat yang berada diluar untuk rajin menjaga kebersihan tangan, dan diharapkan masyarakat juga ikut membuat tempat cuci tangan dalam bentuk yang sederhana.

"Kemudian yang kedua bilik disinfektan ini supaya kita bisa jadi steril dan nanti kita buatkan untuk diletakkan di pasar, tapi ini mudah sekali, jadi masyarakat bisa membuat seperti ini," jelasnya.

Anas menambahkan pemerintah sedang berupaya mengantre memesan bilik disinfektan yang menggunakan mesin otomatis, karena fasilitas bilik ini banyak yang membutuhkan sehingga butuh waktu untuk mengantre untuk mendapatkannya.

"Gak mesti pakai mesin otomatis, mesin sanyo saja bisa dalam bentuk sederhana, Nanti kita letakkan di ruang-ruang publik yang keramaiannya memang membutuhkan," jelasnya.

Lanjut, Anas menyatakan jika bilik disinfektan sudah siap, maka akan diserahkan ke beberapa tempat ibadah dan organisasi yang memang membutuhkan fasilitas tersebut.

"Nanti kita serahkan ke Muhamadiyah satu, NU satu, PHDI satu, BAMAG satu dan organisasi lain, harapan kita nanti prototipe ini bisa dicontoh untuk dibuat ditempat yang lain, tanpa harus menunggu pemerintah temen-temen juga bisa membuat dengan sederhana," imbuhnya.

Pemkab Banyuwangi sendiri sedang bekerja sama dengan beberapa pihak terutama BLK dan UMKM untuk memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD) yang saat ini menjadi kebutuhan pokok mencegah penyebaran virus covid-19.

"Harapan kita ke depan tukang- tukang jahit bisa membuat masker yang steril, sekarang orang tidak memikirkan untuk membeli baju tapi membeli masker," kata Anas.

Selain itu, Anas mengimbau bagi para penjahit di Banyuwangi sebisanya berinovasi untuk membuat masker dan APD dengan cara sederhana.

"Bisa cari plastik dan dibuat seperti jas hujan itu kan sederhana gak harus pabrik besar, ya tentu sesuai standart WHO, kan sekarang tinggal lihat di youtube ada banyak yang sederhana," urainya.

Anas berharap dengan solusi ini dapat menjaga kesehatan masyarakat dan juga bisa membantu sektor UMKM seperti para penjahit-penjahit rumahan. 

Dalam kesempatan ini, Pemkab Banyuwangi juga memberikan bantuan langsung tunai berupa sembako dan uang kepada tukang becak dan pemulung. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com