Pemerintah KSA Stop Sementara Umrah, Begini Curhatan Elly Lubis

Home / Berita / Pemerintah KSA Stop Sementara Umrah, Begini Curhatan Elly Lubis
Pemerintah KSA Stop Sementara Umrah, Begini Curhatan Elly Lubis Suasana di mekkah saat kegiatan umroh disetop sementara. (foto: Istimewa)

TIMESSURABAYA, JAKARTAPemerintah KSA (Kerajaan Arab Saudi) menghentikan sementara umrah dari seluruh dunia. Merespons itu, penulis buku Umrah Backpacker, Elly Lubis atau Mbak Butet mengatakan, dirinya melihat kebijakan tersebut untuk menyelamatkan jutaan manusia di seluruh dunia. 

Elly Lubis, adalah salah pengusaha travel haji-umrah yang sudah 17 tahun menjadi pembimbing haji-umrah di Indonesia. Dia juga mengaku kerugian yang akan dialami perusahaannya cukup besar.

“Tentulah kita rugi, namun itu tidak sebanding dengan sakit yang dialami saudara kita yang mengidap virus corona, serta kesedihan yang dirasakan ribuan orang yang keluarganya meninggal dunia karena corona. Kita bisa memahami kebijakan ini. Justru jika dipaksakan berangkat, kemudian membawa virus corona atau terkena virus corona akan menular kepada jamaah lain dari berbagai negara,” kata Elly Lubis, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, (29/2/2020).

Elly Lubis yang juga Alumnus Universitas Indonesia jurusan sastra Arab ini menambahkan, ia memahami keresahan yang dialami para pengusaha umrah dan jamaah.

Namun jika melihat secara komperehensif, sesungguhnya kebijakan tersebut bagian dari pencegahan dan juga untuk keselamatan jamaah.

“Ini bukan umrahnya dibatalkan, namun ditunda karena peristiwa luar biasa yang tidak kita duga sebelumnya. Ibaratnya seperti orang yang berniat shalat berjamaah di masjid, namun tiba-tiba ada hujan besar, Allah maha mengetahui dan membalas niat baik hambanya," jelas Elly Lubis, Direktur PT Usaha Berkah Persada (UBEPE) ini.

Menurutnya, dalam kaidah fiqh juga disebutkan, menjauhi kerusakan sebaiknya diutamakan ketimbang mendapatkan manfaat. Seperti seorang Ibu yang baru melahirkan, lebih disarankan di rumah ketimbang menghadiri pengajian di tempat yang jauh.

Namun demikian, Elly berharap, pihak maskapai penerbangan dapat menyediakan armada tambahan jika pemerintah Saudi sudah membolehkan kembali penerbangan untuk umrah.

“Kalau boleh usul, jika Pemerintah Saudi sudah mencabut larangan, pihak maskapai menambah pesawat sehingga ketertundaan pemberangkatan umrah yang dialami jamaah tidak terlalu lama,” tambahnya.

Selain itu, Elly Lubis juga berharap agar Pemerintah Saudi mengimbau pengusaha hotel, jasa catering, penyewaan bis untuk dapat memberikan jadwal ulang dan pengembalian biaya yang sudah dikirimkan atau refund. Sebab, para pengusaha travel haji-umrah mempunyai kondisi finansial yang berbeda-beda. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com