Kota Blitar Saksi Bisu Perjuangan Tentara PETA

Home / Berita / Kota Blitar Saksi Bisu Perjuangan Tentara PETA
Kota Blitar Saksi Bisu Perjuangan Tentara PETA Plt Wali Kota Blitar foto bersama pemain Pementasan drama kolosal pemberontakan tentara PETA di depan Monumen Peta Kota Blitar, Jumat (14/2/2020). (Foto: Sholeh/TIMES Indonesia) 

TIMESSURABAYA, BLITAR – Plt Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan bahwa 75 tahun lalu Kota Blitar menjadi saksi bisu perjuangan tentara PETA di bawah komando Sudhanco Supriyadi dalam menggelorakan kemerdekaan.

Para tentara PETA memberontak kepada Jepang karena melihat kekejaman Jepang terhadap rakyat Indonesia.

“Blitar menjadi sejarah dan saksi perjuangan tentara Peta, kita sebagai generasi penerus harus memaknai kemerdekaan dengan semangat berprestasi dan membangun Kota Blitar,” kata Santoso.

Santoso mengemukakan bahwa pemberontakan tentara PETA di Blitar sarat dengan nilai historis. Menurutnya, peristiwa itu layak disejajarkan dengan pertempuran bersejarah lainnya seperti pertempuran Surabaya 10 November dan Bandung Lautan Api.

"Pemberontakan tentara PETA  telah membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk terus berjuang merebut kemerdekaan," urainya. 

Selain itu, kata Santoso, peristiwa pemberontakan PETA menunjukkan bahwa para pejuang memiliki semangat nasionalisme tinggi. Semangat nasionalisme menurutnya merupakan nilai positif yang harus diwarisi dan dijadikan modal dalam mengisi kemerdekaan.  

"Bukan soal kalah atau menang, tetapi pemberontakan PETA memberikan kontribusi berupa semangat dan motivasi kepada periswita di Indonesia setelahnya," kata Santoso. 

Santoso menyampaikan, Pemerintah Kota Blitar telah melakukan upaya untuk mengenang dan mewariskan nilai-nilai nasionalisme. Menjadi hal penting bagaimana cara mempertahankan semangat nasionalisme di dalam jati diri generasi bangsa. 

"Misalnya dengan memberikan bekal dan pemahaman membangun karakter generasi yang intelektual, beriman dan bertakwa," jelasnya.

Selanjutnya, Santoso berpesan kepada para pelajar sebagai generasi penerus untuk mengerti, mempelajari, menghayati dan meneladani peristiwa bersejarah. Karena menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghormati jasa para pahlawan dan pendahulunya.  

“Semboyan Jas merah, jangan sampai sekali-kali melupakan sejarah harus terpatri di jiwa generasi muda sejak dini," tegas Plt Wali Kota Blitar ini. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com