Indikator
  • Undercontruction

Menristekdikti Akan Bersihkan Paham Radikal dari Kampus

Home / Peristiwa - Daerah / Menristekdikti Akan Bersihkan Paham Radikal dari Kampus
Menristekdikti Akan Bersihkan Paham Radikal dari Kampus Menristekdikti Prof Mohamad Nasir, bersama Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, di Masjid Agung, Lamongan, Rabu, (13/6/2018). (FOTO: Ardiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, LAMONGAN – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof Mohammad Nasir, memberi warning ke civitas akadeika yang dinilai telah terpapar paham radikal. Dia akan membersihkan paham radikal dari kampus. Apalagi, langkahnya akan diperkuat dengan adanya peraturan pemerintah (Perpu) pelarangan terhadap HTI.

“Maka kampus mulai saya bersihkan dari kelompok-kelompok HTI ini,” ucapnya seusai mengikuti dialog Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, bersama Pengurus Ta'mir Masjid Agung dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), di Masjid Agung, Lamongan, Rabu, (13/6/2018).

kampus-paham-radikal.jpg

Untuk dosen atau mahasiswa yang terpapar dengan HTI, Nasir hanya memberi dua pilihan. “Mereka kembali bersama dengan kami Kementerian Ristek Dikti, menjadi mahasiswa atau dosen,” katanya.

Namun, dosen dan mahasiswa yang sudah terpapar paham radikal, harus mengakui 4 pilar kebangsaan. “Yaitu NKRI, Pancasila sebagai ideologi bangsa, Undang-undang Dasar 45 sebagai dasar negara, dan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” tuturnya.

Nasir menegaskan, apabila dosen dan mahasiswa yang sudah terpapar paham radikal tak mau, maka mereka dilarang masuk ke kampus. “Lha kalau mereka tidak mau menerima ini, dan mau mengganti undang-undang, mengganti Pancasila, ya sudah tidak boleh masuk dalam kampus lagi,” ujarnya.

kampus-paham-radikal-2.jpg

Lebih lanjut, Nasir juga mengaku telah menugasi para rektor untuk mendata dosen dan mahasiswa yang sudah terpapar paham radikalisme. “Mereka harus dibina dan dibimbing. Pembinaannya adalah pilihan, mereka kembali ke NKRI, atau keluar dari institusi,” katanya.

Tak hanya itu, untuk membersihkan kampus dari paham radikal, Menristekdikti Mohammad Nasir juga menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). “Oleh karena itu kami bekerja sama dengan BNPT untuk menanggulangi kampus-kampus yang terpapar paham radikalisme,” ujar Nasir. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com