Indikator
  • Undercontruction

Rapat Paripurna, DPR Janji akan Mepercepat Revisi UU Terorisme

Home / Peristiwa - Daerah / Rapat Paripurna, DPR Janji akan Mepercepat Revisi UU Terorisme
Rapat Paripurna, DPR Janji akan Mepercepat Revisi UU Terorisme Pidato Ketua DPR Bambang Soesatyo pada rapat paripurna pembukaan masa persidangan V DPR tahun sidang 2017-2018, Jumat (18/5/2018).(FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menyampaikan komitmen untuk mempercepat penyelesaian Revisi UU Tindak Pidana Terorisme pada rapat Paripurna pembukaan masa persidangan V DPR tahun sidang 2017-2018, Jumat (18/5/2018).

Menurut Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), hal itu sebagai respon atas rentetan aksi terorisme di sejumlah daerah beberapa waktu lalu. 

Rapat-Paripurna.jpg

"DPR bersama Pemerintah berjanji kepada rakyat Indonesia untuk mempercepat penyelesaian perubahan RUU Terorisme guna memberikan payung dan kepastian hukum dalam pemberantasan terorisme, yang menjadi musuh bagi kita semua," katanya. 

Karena itu, ia meminta pemerintah bersikap satu suara dalam pembahasan Revisi UU tersebut. Sebab tutur Bamsoet, belum disahkannya Revisi UU Antiterorisme yang mulai dibahas sejak 2016 itu lantaran, belum satu suaranya pemerintah terkait beberapa poin di UU tersebut.

Politikus Golkar itu juga sempat mengeluh di hadapan peserta rapat paripurna DPR terkait keprihatinannya bahwa DPR disalahkan atas terjadinya peristiwa terorisme tersebut. Yakni, terkait belum rampungnya UU tersebut.

"Padahal hal kita sama-sama tahu dan paham bahwa DPR tidak bisa membuat Undang-Undang tanpa pemerintah, tidaj bisa kita berjalan sendiri dan semua tergantug pada dinamika internal pemerintah itu sendiri. Mohoh maaf ini bukan curhat tp baper saya sebagai Ketua DPR," ujar Bamsoet.

Rapat-Paripurna-3.jpg


Atas nama DPR, Bamsoet kembali menyampaikan duka cita dan mengutuk keras atas terjadinya serangkaian teror yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari sipil maupun aparat keamanan. 

"DPR meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dengan tuntas serta menumpas jaringan terorisme sampai ke akar-akarnya," ujar dia.

Bamsoet juga menekankan agar penjagaan ditempat ibadah, objek vital negara, dan sarana publik lainnya ditingkatkan serta dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Begitu pun terkait dengan pengamanan narapidana teroris, DPR juga mendesak Kementerian Hukum dan HAM dan Pimpinan Polri melakukan evaluasi sistem pengamanan narapidana teroris. Ini agar tidak terulang kembali peristiwa di Mako Brimob Kelapa Dua beberapa hari yang lalu.

"Kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), saya meminta untuk meningkatkan upaya pencegahan dan antisipasi terhadap segala bentuk aksi terorisme serta pembinaan atau deradikalisasi bagi pelaku yang sudah tertangkap beserta seluruh keluarganya," ujarnya.

Sementara kepada masyarakat, DPR menghimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dan tidak ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. 

"Masyarakat juga diminta aktif berpartisipasi melaporkan kepada aparat keamanan, jika mengetahui ada kegiatan yang mengarah pada aksi terorisme atau ada orang yang mencurigakan dilingkungannya masing-masing," tutup Ketua DPR Bambang Soesatyo.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com