Indikator
  • Undercontruction

Ketua DPD Golkar Banyuwangi Dilaporkan Istri ke Polisi

Home / Peristiwa / Ketua DPD Golkar Banyuwangi Dilaporkan Istri ke Polisi
Ketua DPD Golkar Banyuwangi Dilaporkan Istri ke Polisi Istri Ketua DPD Golkar Banyuwangi, Musiyati, menunjukkan surat pengaduannya di Mapolres Banyuwangi. (Foto: Hafil Ahmad/ TIMES Indonesia)

TIMESSURABAYA, BANYUWANGI – Orang bilang, karena cinta dunia terasa indah. Namun ketika cinta sudah terbelah dan tersakiti, tak jarang bisa membuat seorang kekasih hati jadi gelap mata.

Ya, sepertinya itulah gambaran perasaan yang dialami, Musiyati (41), istri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Banyuwangi, Jawa Timur, Ruliyono. Karena merasa tersakiti, wanita paruh baya ini melaporkan sang suami ke Polres setempat.

Prahara rumah tangga hingga keranah hukum ini bermula saat Musiyati diusir dari rumah gono gini di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Januari 2017 lalu. Kejadian tersebut langsung mencabik-cabik hati ibu dua anak tersebut. Apalagi pengusiran itu dilakukan Ruliyono, di depan ibu kandung sang istri.

“Sebenarnya ini masalah keluarga, tapi saya tidak pernah diberi kesempatan untuk menceritakan kronologi permasalahan, jadi dengan sangat terpaksa saya lapor Polisi,” ucap Musiyati, Rabu (13/9/2017).

Oleh sang istri, Ketua DPD Golkar Banyuwangi, yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, dilaporkan atas dugaan perzinahan, pengusiran dan tidak memberi nafkah kepada kedua anaknya sejak bulan September ini.

Setelah diusir, lanjut Musiyati, dia tinggal di Singojuruh, di rumah orang tua. Penderitaan Musiyati bertambah. Selain tidak diberi nafkah belanja,  Musiyati juga dilarang bertemu kedua buah hatinya, Azizah Amelia Zahra dan Ahmad Nazel Falaky.

“Waktu itu, untuk beli pembalut saja saya tidak bisa, padahal saya ini masih istrinya (Ruliyono) yang sah. Waktu itu uang saya habis dan minta uang Rp 5 juta dan dikasih pada bulan Februari 2017, tapi ternyata ada jebakan disitu, saya diminta tanda tangan, saya pikir tanda tangan disitu untuk melindungi nama Ruliyono agar tidak tercemar. Tapi apa kenyataannya, dia mengajukan cerai,” jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, Musiyati disuruh oleh Ruliyono, untuk pergi ke Kota Malang selama satu bulan. Kemudian, tanggal 1 Mei 2017, dia dijemput untuk pulang ke rumah Glenmore. Tapi dia dilarang bepergian atau menghubungi orang lain.

Saat menjalani sidang perceraian, Musiyati mendengar bahwa pria yang masih berstatus suaminya, telah menikah siri dengan YL, wanita asal Banyuwangi.

“Padahal saya bertahan selama 2 bulan itu demi anak. Sedang untuk nafkah kedua anaknya dua minggu ini sudah tidak diberikan lagi. Saya tuntut dia,” pungkas Musiyati.

Dikonfirmasi terpisah, Ruliyono, mengaku siap meladeni laporan istrinya. Terlebih, Ketua DPD Golkar Banyuwangi ini merasa tindakan terhadap istrinya selama ini telah dilandasi kebenaran.

“Saya akan membawa ke ranah hukum,” katanya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com